Arsip untuk Kategori 'Wanita'

Lingkungan baru

Sudah satu bulan ini, sejak tahun ajaran baru kemarin saya menunaikan  salah satu tugas dan kewajiban sebagai ibu yaitu mengantar dan menemani anak sekolah. Faktanya emaknya ikut sekolah juga, dari awal sampai akhir kegiatan belajar. Tentunya dari tugas itu, imbasnya adalah berangkat ke kantornya jadi siang (sudah ijin sama Pak Manajer). :-)

Karena sekolahnya masih harus ditemani dan ikut masuk kelas, jadi saya sendiri belum kenal dengan ibu-ibu pengantar yang lain. Alhamdulillah sudah ada kemajuan, sudah seminggu ini emaknya sudah tidak masuk kelas lagi artinya hanya menunggu di luar namun masih harus tetep kelihatan dari dalam. Mulai dari situ saya mulai kenalan dengan ibu-ibu yang lain. Mau tidak mau saya tetep harus berbaur dengan mereka. Banyak oblolan diantara mereka, mulai dari masakan, kehebohan anak, jualan baju dan  makanan, nongkrong makan mie rebus sampai acara jalan-jalan di hari libur dan waktu luang sebelum anak-anak pulang sekolah dan para suami pulang kerja. Walaupun hanya sebagai pendengar saya jadi tahu pergaulan ibu-ibu pengantar anak sekolah. Saya salut dengan kebersamaan mereka, ternyata sudah beberapa kali mereka rame-rame menjenguk jika salah satu murid tidak muncul di sekolah karena sakit. Dan semua itu dikelola persatuan orang tua murid.

Beauty Pink

Bunga yang indah dan seger dipandang dari “Junior Fotografer “

Pinjem gambarnya ya :-P , biar tambah seger nih dengan warna pink alami

Belajar dari Cara Sederhana

Baca dari sini, mempelajari dan menerapkan cara sederhana ini tidak ada salahnya. Apalagi saat seperti sekarang ini (jaman krisis :-P )

Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
1. Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
2.    Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3.    Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
4.    Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5.    Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
6.    Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
7.    Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
8.    Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!

Halaman Berikutnya »


Halaman

Kategori

 

November 2009
S S R K J S M
« Agu    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
30  

Foto Kami

satu-satu

dua-dua

bulet

More Photos