Rasanya Seperti Baru Kemarin

Oleh. Wawan Gunawan

(Disadur dari puisi Gus Mus “Sajak Kemerdekaan”)

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
dengan sepenuh cinta, ayah bunda menitipkanmu kepada kami dan kini, kami harus mengembalikanmu kepada mereka, juga dengan segenap cinta.

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
kau tuliskan cita-citamu di seutas kertas dan balonmu menerbangkannya ke angkasa.

Kami masih ingat, betapa kau saat itu sangat riang, tetapi kami melihat ayah bundamu menitikkan air matanya, mengantar harapanmu itu menjadi do’a.
Kini, kami harus melepasmu menuju langkah yang lebih jauh, untuk mendekati cita-citamu. Tetapi tahukah, sementara kau akan bergembira dengan teman-teman barumu, seperti ayah bundamu dahulu, kami akan menitikkan air mata karena kami akan berpisah dengan putera puteri terbaik kami.

Kami masih ingat, bagaimana dahulu kau menggoda kami dengan senyuman, dari mulut yang giginya hitam dan belum lengkap.
Kami masih ingat, bagaimana dahulu kau menangis untuk mendapatkan perhatian lebih dari kami.
Kami masih ingat, bagaimana matamu mengerling genit untuk menarik simpati kami.
Kami masih ingat bagaimana kami harus dengan sabar mengantarmu ke toilet.
Kami masih ingat, bagaimana kami harus mengajarimu makan dengan baik.
Kami masih ingat, bagaimana kau menyanyi, bagaimana kau menari, bagaimana kau terbata-bata mengeja huruf, bagaimana kau untuk pertama kalinya memegang pinsil.
Kami masih ingat, bagaimana kau membenamkan kepalamu di pelukan kami sambil kau bercerita tentang kenakalan teman-temanmu.
Kami masih ingat semua keceriaanmu itu.
Kami masih ingat, bagaimana cerita itu terpatri menjadi kenangan yang sangat indah di hati kami.
Kami masih ingat, bagaimana kami mencintaimu tanpa syarat, seperti kepada anak kandung kami sendiri.

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
Kita belajar bersama di kelas ini, bermain bersama di halaman ini, shalat berjamaah di sekolah ini dan membangun sejuta kisah bersama di sekolah yang kita cintai ini.

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
Langkahmu tersendat di pintu gerbang sekolah, dan menahan bunda yang mengantarmu agar tak lekas pulang.
Kini, kami yang harus dengan berat mengantar hingga melepasmu di pintu gerbang menuju perjalananmu selanjutnya.

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
seragam putih merah yang kau kenakan
sebentar lagi harus kau ganti dengan putih biru
Ya, merah memang berarti berani, tetapi kau tidak hanya cukup memiliki keberanian
kau pun memerlukan warna biru itu, perlambang kedewasaan dan kematangan, seiring dengan beranjaknya usiamu.

Rasanya seperti baru kemarin,
padahal sudah hampir genap enam tahun lamanya:
Kini, kami harus melepasmu, mengantarmu menuju cita-citamu.
Semoga kesabaran belajar yang pernah kau tanam di sekolah ini menjadi ilmu yang sangat berharga bagimu di kemudian hari.
Semoga cahaya kebenaran selalu menyertaimu.
Semoga Allah selalu bersama detak nadimu.
Dan kecintaanmu kepada Rasulullah menjadi nafas dalam hidupmu.

Selamat jalan anak-anaku…., semoga cita-citamu terwujud. Aamiin…

 

 

 

# Puisi tersebut di atas dibacakan oleh Bu Lina dan disaat itu juga airmata ini mengalir tanpa bisa dibendung, sepintas teringat kenangan saat pertama kali alfia masuk di SCM.

Terima kasih Ibu Bapak Guru semuanya, yang telah mengukir kenangan bersama anak-anak dengan bermacam- macam karakter, kelebihan dan kekurangan mereka miliki.

Iklan

Syukuran Kelulusan Angkatan VI Sekolah Cerdas Muthahhari

IMG-20170520-WA0027

Selamat ya….the sixth batch of SCM ( Alfia dan teman-teman)

Hari ini, 20 Mei 2017 acara perpisahan pelepasan siswa kelas 6 Sekolah Cerdas Muthahhari. Suasana yang mengharu biru, mengenang masa-masa mereka selama bersekolah di sana. Acara terselenggara dengan rapi dan hikmat. Terima kasih untuk Ibu Bapak guru dan seluruh pihak yang berada di lingkungan Yayasan Muthahhari karena jasamu semua. Proses demi proses yang mereka dapatkan di sekolah semoga menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi dan menjalani fase berikutnya yang lebih menantang.

 

Ujian Sekolah Dasar

Rasanya baru kemarin Bunda & Ayah mengantarmu dengan melepas balon waktu pertama kali masuk SD. Waktu terus berjalan kelas 1, 2,3,4,5, dan sebagian kelas 6 telah kau lalui dengan baik. Dan mulai hari ini,  15 – 17 Mei 2017 dipertemukan dengan ujian terakhir di sekolah dasar. Selamat menempuh ujian mbak alfia, semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan tercapai yang dicita-citakan.

Anaknya menempuh ujian, perasaan emaknya susah diceritakan (campur aduk). Mungkin dulu begini juga yang dirasakan ibuku disaat aku menempuh ujian.

Hari pertama, mata pelajaran Bahasa Indonesia. Alfia merasa kurang sukses mengerjakan soalnya. Hari kedua dan ketiga, mata pelajaran Matematika dan Sains. Alfia merasa optimis bisa mengerjakan soal-soalnya. Berapapun jumlah nilainya nanti, alfia tetap juaranya ayah, bunda dan adikmu. Usahamu sudah maksimal dalam menyiapkan ujian ini.

 

 

Mudik Tahun Baru (2017)

Sudah menjadi agenda sejak beberapa tahun terakhir, setiap pegantian tahun kita sekeluarga meluangkan waktu untuk silaturahmi ke orang tua baik ke semarang maupun ke sragen. Bertepatan juga dengan waktu liburan semester anak-anak.

Tujuan pertama mengunjungi ibu dan bapak sragen dengan melewati kota semarang tanpa transit, karena mengejar waktu agar bisa mengantar beliau berangkat umroh tanggal 30 Desember 2016 walaupun hanya sampai bandara yogyakarta. Keesokan harinya melakukan perjalanan yogyakarta – sragen dan menikmati malam tahun baru dengan rasa capek.

Tanggal 1 Januari 2017 melanjutkan perjalanan kembali dari sragen menuju ke semarang. Sebenarnya sih bisa dibilang agenda utama liburan adalah silaturahmi, doa bersama (merayakan) ulang tahun ibu (semarang) tanggal 2 Januari 2017 yang ke 76. Acaranya dihadiri seluruh keluarga besar.

 

 

Meng-Aamiin-i 

https://fathimacerita.wordpress.com/2016/12/10/happy-birthday-bunda/

Pagi itu, keluar kamar bangun dari tidurnya dua penyemangatku langsung menghampiriku dan memberi ucapan “selamat ulang tahun, bunda…”. Hiks….terharu dibuatnya.

*Terima kasih, sayangku.

Wow…blog ini masih ada

Lama sekali blog ini tidak disentuh  diupdate. Masih beruntung tidak terhapus. Yuk…mari menulis. Hiks…mulai cerita apa ya B-)

Sederhana itu indah

Tanggal 18 Agustus 2011, SCM mengadakan acara Festival Ramadhan 2011 yang sekaligus memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan RI dengan beberapa lomba yang sudah dilaksanakan sebelumnya di sekolah. Alfia adalah salah satu pengisi acara pada acara tersebut yaitu salah satu wakil dari kelas 1-fatima mengikuti lomba busana muslimah. Dengan persiapan seadanya, bunda membuat tema sederhana itu indah :-). Bunda menyiapkan perlengkapan yang sudah tersedia di rumah yaitu Baju muslimah yang sudah ada dan asesoris bekas kartinian waktu masih di TK bulan April 2011. Ya memang, Alfia bukan pemenang (juara 1 atau 2) tetapi alfia sudah menjadi juara kami  karena berani tampil di depan panggung dan berhak mendapatkan hadiah dari kami :-P.